Entertaiment

Kasus Air Tercemar di Serpong Lagoon, IntiLab Ajak Masyarakat Lebih Peduli pada Kualitas Air

16 jam yang lalu

Kasus Air Tercemar di Serpong Lagoon, IntiLab Ajak Masyarakat Lebih Peduli pada Kualitas Air

Kasus Air Tercemar di Serpong Lagoon, IntiLab Ajak Masyarakat Lebih Peduli pada Kualitas Air

Air yang tampak jernih belum tentu bebas dari pencemaran. Pemeriksaan kualitas air menjadi langkah penting untuk membantu memastikan air yang digunakan sehari-hari memenuhi persyaratan sesuai peruntukannya.

Jakarta, 16 Oktober 2026 — Kualitas air merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan dan kenyamanan lingkungan. Peristiwa yang terjadi di Perumahan Serpong Lagoon, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, menjadi pengingat bahwa kualitas air yang digunakan masyarakat sehari-hari tidak dapat dinilai hanya berdasarkan penampilan fisiknya.

Pada 14 Oktober 2026, sejumlah media memberitakan bahwa sebanyak 146 warga Serpong Lagoon mengalami gangguan kesehatan, seperti diare dan muntah. Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan juga mengonfirmasi temuan bakteri Escherichia coli (E. coli) pada tiga sampel air yang diperiksa dari fasilitas pengolahan air di kawasan tersebut. Air tersebut dinyatakan tidak layak untuk dikonsumsi berdasarkan hasil pemeriksaan yang diberitakan.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya pengawasan kualitas air, mulai dari sumber air, proses pengolahan, hingga distribusinya kepada masyarakat.

Air Jernih Belum Tentu Aman Digunakan

Air yang terlihat jernih, tidak berbau, dan tidak memiliki warna mencolok belum tentu memenuhi persyaratan kualitas air. Sebaliknya, air yang keruh, berubah warna, atau berbau tidak biasa juga merupakan tanda yang perlu diperhatikan dan ditindaklanjuti.

Salah satu aspek yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan kontaminasi mikrobiologi. Bakteri E. coli, misalnya, merupakan indikator penting yang dapat menunjukkan adanya kontaminasi dari kotoran manusia atau hewan. Keberadaannya dalam air dapat mengindikasikan risiko pencemaran yang perlu ditelusuri lebih lanjut.

Namun, kondisi fisik air saja tidak cukup untuk memastikan ada atau tidaknya kontaminasi mikrobiologi. Diperlukan pemeriksaan yang sesuai untuk mengetahui karakteristik dan kualitas air secara lebih objektif.

Karena itu, masyarakat maupun pengelola fasilitas penyediaan air perlu memperhatikan kualitas air secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan pengamatan visual.

Mengapa Pengujian Kualitas Air Penting?

Pengujian laboratorium membantu memberikan informasi mengenai kondisi air berdasarkan parameter yang diperiksa. Jenis pengujian yang dibutuhkan dapat berbeda, bergantung pada sumber air, tujuan penggunaan, serta persyaratan kualitas yang berlaku.

Secara umum, pemeriksaan kualitas air dapat mencakup beberapa aspek berikut.

1. Parameter fisika

Pemeriksaan ini dapat mencakup warna, kekeruhan, suhu, dan karakteristik fisik lain yang relevan. Hasilnya membantu memberikan gambaran mengenai kondisi fisik air.

2. Parameter kimia

Pengujian dilakukan untuk mengetahui kandungan zat atau senyawa tertentu dalam air, sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Parameter yang diperiksa dapat berbeda untuk air minum, air bersih, maupun kebutuhan lainnya.

3. Parameter mikrobiologi

Pemeriksaan ini bertujuan mengetahui keberadaan mikroorganisme tertentu, termasuk indikator pencemaran seperti E. coli, apabila parameter tersebut dipersyaratkan. Pengujian mikrobiologi menjadi salah satu aspek penting dalam evaluasi kualitas air yang digunakan untuk kebutuhan konsumsi.

Pemilihan parameter perlu disesuaikan dengan tujuan pengujian dan standar yang berlaku. Hasil pemeriksaan kemudian dapat digunakan sebagai dasar evaluasi dan tindak lanjut oleh pihak terkait.

Jangan Menunggu Masalah Muncul untuk Memeriksa Kualitas Air

Pengawasan kualitas air sebaiknya menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan yang sehat. Bagi pengelola perumahan, fasilitas usaha, gedung perkantoran, maupun industri, pemantauan secara berkala dapat membantu mengidentifikasi potensi masalah kualitas air lebih dini.

Pemeriksaan juga perlu dipertimbangkan ketika terjadi perubahan warna, bau, atau kekeruhan air, maupun ketika terdapat dugaan gangguan pada sumber air, proses pengolahan, atau jaringan distribusi.

Apabila air diduga tercemar, masyarakat sebaiknya tidak mengandalkan perebusan sebagai satu-satunya tindakan pengamanan. Perebusan dapat membantu membunuh banyak mikroorganisme penyebab penyakit, tetapi tidak menghilangkan seluruh jenis kontaminan kimia. Ikuti anjuran otoritas kesehatan setempat dan gunakan sumber air yang dinyatakan aman sesuai peruntukannya sampai kondisi air dapat dipastikan.

Perlu diingat bahwa pengujian laboratorium memberikan informasi mengenai parameter yang diperiksa pada sampel yang diuji. Hasil tersebut perlu ditafsirkan sesuai metode, titik pengambilan sampel, dan persyaratan kualitas yang relevan.

IntiLab Mendukung Upaya Menjaga Kualitas Lingkungan

Sebagai laboratorium pengujian lingkungan yang terakreditasi, PT Inti Surya Laboratorium (IntiLab) mendukung upaya peningkatan kepedulian terhadap kualitas lingkungan melalui layanan pengujian yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Pengujian kualitas air dapat menjadi salah satu langkah untuk memperoleh informasi mengenai kondisi air dan membantu pihak terkait mengevaluasi kesesuaiannya terhadap persyaratan yang berlaku.

Melalui pemeriksaan yang tepat, masyarakat, pengelola fasilitas, dan pelaku usaha dapat memperoleh data yang lebih objektif sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil langkah selanjutnya.

Kasus di Serpong Lagoon menjadi pengingat bahwa menjaga kualitas air bukan hanya tentang memastikan air terlihat bersih, tetapi juga tentang memahami kualitasnya melalui pemeriksaan yang sesuai.

Ingin mengetahui kualitas air di lingkungan Anda?

Konsultasikan kebutuhan pengujian kualitas air bersama IntiLab. Tim kami siap membantu menginformasikan pilihan parameter pengujian sesuai sumber air, tujuan penggunaan, dan kebutuhan pemeriksaan Anda.

Hubungi IntiLab untuk informasi dan konsultasi layanan pengujian:

Mari lebih peduli terhadap kualitas air dan bersama-sama mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat.

Sumber Foto : Kompas.com/Aan Abdau Rizal, Tri Susanto Setiawan