Label Nutrisi Kunci Kepercayaan dan Loyalitas Pelanggan

6 months ago By : Alifah Fauza Riyadi

Mobilitas masyarakat semakin berkembang dan maju seiring dengan terjadinya perubahan lingkungan strategi dalam pengembangan bisnis yang menyebabkan perubahan gaya hidup konsumen termasuk perubahan pola konsumsi pangan.

Berkembangnya pangan yang sangat beragam, menyebabkan konsumen semakin memprioritaskan makanan yang mendukung tujuan kesehatan mereka.

Dengan hal tersebut, brand pun berlomba-lomba menciptakan makanan sehat dengan label tanpa gula, rendah lemak, vegan, clean label, atau organik.

Tapi apakah brand yang mengklaim “sehat” benar-benar sehat?

Label Nutrisi = Bahasa Pangan

Label nutrisi merupakan "bahasa pangan" yang berarti cara produsen menyampaikan informasi gizi kepada konsumen.

Seperti bahasa sehari-hari, semakin jelas strukturnya, semakin mudah dipahami dan digunakan oleh semua kalangan.

Label nutrisi berisi informasi tentang kalori, ukuran porsi dan nilai harian dari beberapa makronutrien, vitamin dan mineral seperti lemak, karbohidrat, dan kalsium.

Label nutrisi mempunyai peran penting sebagai pedoman untuk pola makanan yang lebih baik dan gaya hidup yang lebih sehat.

Dalam sebuah studi dikatakan bahwa jika masyarakat peduli terhadap label nutrisi akan memberikan pengaruh positif terhadap kesehatan mereka.

Namun, hati-hati juga terhadap fenomena “health halo”, saat satu klaim menyembunyikan lainnya.

Penelitian di Australia menunjukkan banyak camilan “sehat” menggunakan buzzwords dan klaim tanpa hubungan langsung dengan profil nutrisi sebenarnya, ada juga produsen yang menyoroti satu nutrisi dan mengesampingkan nutrisi lain misalnya “low fat” tapi tinggi gula.

Pengetahuan kesehatan dan label nutrisi menjadi sangat penting untuk dipelajari karena pengetahuan label nutrisi mempengaruhi tingkat kesehatan konsumen yang dimana status kesehatan konsumen dapat ditentukan dengan konsumen peduli akan kesehatan diri mereka.

Label nutrisi harus jadi bahasa yang bisa dipahami semua pihak, produsen menyampaikan, konsumen menangkap, dan keputusan membeli berdasarkan fakta.

Dengan literasi yang baik dan format label yang strategis, ekosistem pangan akan menjadi lebih sehat, transparan, dan terpercaya.

Makanan sehat sebenarnya bisa jadi realita, tapi harus jadi konsumen pintar.

Jangan hanya percaya kata “sehat” di kemasan tapi juga perlu cek label, pahami komposisi, jangan ragu pilih produk transparan dan pastikan ada bukti hasil uji lab.

Sebagai produsen atau UMKM: lakukan pengujian cukup di laboratorium uji pangan terpercaya.

Produsen yang adaptif dan transparan akan menarik konsumen modern, sementara konsumen yang kritis akan memilih produk yang benar-benar sehat.

Biar Makanan Viral Kamu Gak Cuma Hype: Uji Mutu Dulu di Lab.


Terbaru

...
3 weeks ago

Roti Tahan Lama Hingga Sebulan: Bahaya Jamur, Ochratoxin A, dan Peran Kalsium Propionat

Siapa sih yang tidak suka roti? Aromanya wangi, teksturnya lembut, dan praktis untuk sarapan atau se...

Selengkapnya
Information
...
1 month ago

Bagaimana Dapur Kita Menjadi Kunci Keberlanjutan Bumi?

Ketika kita membicarakan keberlanjutan pangan, pikiran sering kali melayang jauh ke ladang-ladang lu...

Selengkapnya
Information
...
1 month ago

Hati-hati! Makanan Favoritmu Bisa Mengandung Formalin

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa beberapa bahan makanan, seperti tahu, ikan segar, atau mie bas...

Selengkapnya
Information
...
1 month ago

Amankah Nasi di Meja Makan Anda? Mengenal Bahaya Kadmium dan Risikonya

Semangkuk nasi putih hangat seolah menjadi jaminan ketenangan perut dan sumber energi yang tak terga...

Selengkapnya
Information
...
2 months ago

Panduan Aman Konsumsi Ikan: Cara Cerdas Memilih Ikan Rendah Merkuri

Ikan sering disebut sebagai superfood dari lautan, dan julukan itu memang pantas disandangnya. Sebag...

Selengkapnya
Information
...
2 months ago

Kawan atau Lawan? Membongkar Mitos dan Mengenal Jenis Lemak di Piring Anda

Ketika kata "lemak" disebut dalam percakapan tentang makanan, seringkali yang terbayang adalah stigm...

Selengkapnya
Information
...
2 months ago

Pengemasan Vakum vs Konvensional: Strategi Jitu Menjaga Kesegaran Makanan Berminyak Lebih Lama

Siapa tak suka keripik renyah atau gorengan gurih? Makanan berminyak adalah favorit banyak orang, na...

Selengkapnya
technical
...
2 months ago

Rahasia Umur Simpan Makanan: Cara Menjaga Daya Tahan dan Kualitasnya

​Apa itu Umur Simpan Makanan? Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa ada makanan yang bisa bertahan...

Selengkapnya
Information
...
3 months ago

Permen LH No. 11 Tahun 2025: Panduan Lengkap Baku Mutu & Standar Teknologi Pengolahan Air Limbah Domestik

Ketahui aturan terbaru dari Kementerian Lingkungan Hidup tentang baku mutu air limbah domestik dan s...

Selengkapnya
technical
...
3 months ago

Residu Pestisida pada Buah dan Sayuran: Ancaman Tersembunyi bagi Keamanan Pangan

Dalam era pertanian modern, pestisida berperan penting untuk melindungi tanaman dari serangan hama d...

Selengkapnya
Information
...
3 months ago

Organik Dalam Makanan : Mengenal Istilah Makanan Organik Dan Non-Organik

Dalam beberapa tahun terakhir, istilah organik semakin sering muncul di dunia makanan dan gaya hidup...

Selengkapnya
technical
...
3 months ago

Kapan Waktu Terbaik Minum Teh Hijau ? Ini Analisisnya Berdasarkan Siklus Metabolisme Tubuh

Kapan sebenarnya waktu terbaik untuk menikmati secangkir teh hijau agar manfaatnya dapat diserap sec...

Selengkapnya
technical
...
3 months ago

Minum Kombucha Tiap Hari ? Ini Manfaatnya Untuk Pencernaan!

Kombucha bukan sekadar tren sesaat, melainkan termasuk dalam kategori pangan fungsional karena menga...

Selengkapnya
technical
...
3 months ago

Percaya Atau Tidak , Inilah 5 Alasan Ilmiah Mengapa Teh Cocok Untuk Pegawai Kantoran

tahukah kamu bahwa solusi alami untuk melindungi tubuh dari serangan radikal bebas ini sudah ada dal...

Selengkapnya
Information