Mengenal Lebih Dekat Klasifikasi Air Sungai Kelas 1-4
Ternyata, Air Sungai Itu Beda-Beda Loh!
Mungkin kita sering berpikir bahwa semua air sungai itu sama saja. Tapi faktanya, air sungai itu beda-beda, lho! Perbedaannya bisa dilihat dari kualitas, sumber, hingga fungsi air tersebut. Karena itulah, pemerintah Indonesia mengelompokkan mutu air sungai menjadi empat kelas, tergantung pada penggunaannya.
Hal ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Di Pasal 8, dijelaskan bahwa klasifikasi mutu air dibagi menjadi empat kelas, yaitu:
Kelas Satu
Air yang bisa digunakan sebagai air baku untuk air minum. Artinya, kualitasnya paling tinggi dan aman untuk dikonsumsi manusia setelah melalui proses pengolahan.
Kelas Dua
Air yang dapat digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang memper-syaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.
Kelas Tiga
Air yang dapat digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang memper-syaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.
Kelas Empat
Air yang dapat digunakan untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang memper-syaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.
Simpelnya, begini nih:
· Kelas satu = dapat untuk air minum.
· Kelas dua = dapat untuk wisata air, ikan, ternak, dan tanaman.
· Kelas tiga = dapat untuk ikan, ternak, dan tanaman.
· Kelas empat = hanya dapat untuk siram tanaman.
Kenapa Uji Kualitas Air Sungai Itu Penting?
Air adalah sumber kehidupan. Tapi kalau kualitas air tidak sesuai standar, justru dapat menjadi sumber penyakit, kerusakan ekosistem, dan kerugian ekonomi.
Beberapa alasan kenapa pengujian air sungai penting banget:
1. Melindungi kesehatan manusia
Air yang digunakan tanpa tahu kualitasnya bisa membawa bakteri, logam berat, atau bahan kimia berbahaya. Jika digunakan untuk mandi, mencuci, atau bahkan minum, bisa menyebabkan penyakit kulit, diare, keracunan, bahkan penyakit kronis seperti kanker.
2. Menjaga kelestarian lingkungan
Sungai yang tercemar bisa memusnahkan ekosistem di dalamnya ikan mati, tumbuhan air rusak, dan rantai makanan terganggu.
3. Menentukan pemanfaatan air dengan tepat
Dengan mengetahui kelas dan mutu air, kita bisa memanfaatkannya secara tepat dan efisien. Jangan sampai air yang seharusnya hanya untuk irigasi malah dipakai untuk kegiatan wisata atau konsumsi.
4. Sebagai dasar kebijakan dan pengelolaan lingkungan
Data dari hasil pengujian bisa menjadi dasar bagi pemerintah atau lembaga lingkungan untuk melakukan tindakan pencegahan atau pemulihan sungai yang tercemar.
Bahaya Jika Tidak Dilakukan Pengujian
Kalau air sungai tidak diuji, risikonya bisa serius:
· Masyarakat bisa menggunakan air yang tercemar tanpa sadar
Banyak kasus di mana warga menggunakan air sungai untuk kebutuhan harian, padahal air tersebut sudah mengandung limbah rumah tangga atau industri.
· Pencemaran makin parah dan sulit dipulihkan
Kalau kita tidak tahu bahwa air sudah tercemar, maka pencemarannya bisa terus meningkat tanpa tindakan apa pun. Semakin parah pencemaran, semakin mahal pula biaya untuk memperbaikinya.
· Produktivitas pertanian dan peternakan menurun
Air yang tercemar bisa merusak hasil panen, membuat hewan ternak sakit, atau menyebabkan gagal panen.
· Merusak citra wisata lokal
Tempat wisata berbasis sungai bisa kehilangan pengunjung jika airnya kotor, bau, atau tidak aman untuk aktivitas wisata air.
Terbaru
Makanan Kaleng dan Risiko Timah: Panduan Keamanan Pangan bagi Konsumen
Makanan kaleng seperti buah kaleng, ikan sarden, dan susu kental manis menjadi pilihan praktis bagi ...
Selengkapnya
Cara Mudah Mencegah Anemia Defisiensi Besi melalui Asupan Zat Besi Harian
Mudah merasa lelah, pusing, dan sulit berkonsentrasi sering kali dianggap sebagai dampak aktivitas p...
Selengkapnya
Roti Tahan Lama Hingga Sebulan: Bahaya Jamur, Ochratoxin A, dan Peran Kalsium Propionat
Siapa sih yang tidak suka roti? Aromanya wangi, teksturnya lembut, dan praktis untuk sarapan atau se...
Selengkapnya
Bagaimana Dapur Kita Menjadi Kunci Keberlanjutan Bumi?
Ketika kita membicarakan keberlanjutan pangan, pikiran sering kali melayang jauh ke ladang-ladang lu...
Selengkapnya
Hati-hati! Makanan Favoritmu Bisa Mengandung Formalin
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa beberapa bahan makanan, seperti tahu, ikan segar, atau mie bas...
Selengkapnya
Amankah Nasi di Meja Makan Anda? Mengenal Bahaya Kadmium dan Risikonya
Semangkuk nasi putih hangat seolah menjadi jaminan ketenangan perut dan sumber energi yang tak terga...
Selengkapnya
Panduan Aman Konsumsi Ikan: Cara Cerdas Memilih Ikan Rendah Merkuri
Ikan sering disebut sebagai superfood dari lautan, dan julukan itu memang pantas disandangnya. Sebag...
Selengkapnya
Kawan atau Lawan? Membongkar Mitos dan Mengenal Jenis Lemak di Piring Anda
Ketika kata "lemak" disebut dalam percakapan tentang makanan, seringkali yang terbayang adalah stigm...
Selengkapnya
Pengemasan Vakum vs Konvensional: Strategi Jitu Menjaga Kesegaran Makanan Berminyak Lebih Lama
Siapa tak suka keripik renyah atau gorengan gurih? Makanan berminyak adalah favorit banyak orang, na...
Selengkapnya
Rahasia Umur Simpan Makanan: Cara Menjaga Daya Tahan dan Kualitasnya
Apa itu Umur Simpan Makanan? Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa ada makanan yang bisa bertahan...
Selengkapnya
Permen LH No. 11 Tahun 2025: Panduan Lengkap Baku Mutu & Standar Teknologi Pengolahan Air Limbah Domestik
Ketahui aturan terbaru dari Kementerian Lingkungan Hidup tentang baku mutu air limbah domestik dan s...
Selengkapnya
Residu Pestisida pada Buah dan Sayuran: Ancaman Tersembunyi bagi Keamanan Pangan
Dalam era pertanian modern, pestisida berperan penting untuk melindungi tanaman dari serangan hama d...
Selengkapnya
Organik Dalam Makanan : Mengenal Istilah Makanan Organik Dan Non-Organik
Dalam beberapa tahun terakhir, istilah organik semakin sering muncul di dunia makanan dan gaya hidup...
Selengkapnya
Kapan Waktu Terbaik Minum Teh Hijau ? Ini Analisisnya Berdasarkan Siklus Metabolisme Tubuh
Kapan sebenarnya waktu terbaik untuk menikmati secangkir teh hijau agar manfaatnya dapat diserap sec...
Selengkapnya