Pangan Organik VS Konvensional, Siapa Lebih Aman?

6 months ago By : Alifah Fauza Riyadi

Dalam beberapa tahun terakhir, tren konsumsi pangan organik semakin meningkat.

Banyak konsumen percaya bahwa pangan organik tidak hanya lebih sehat, tetapi juga lebih aman dari berbagai kontaminan, termasuk logam berat.

Namun, apakah benar pangan organik lebih bebas dari cemaran logam berat dibanding pangan konvensional?

Mari kita telaah lebih dalam.

Pangan Organik Lebih Aman?

Pangan organik didefinisikan sebagai produk pertanian yang ditanam tanpa pestisida sintetis, pupuk kimia, atau rekayasa genetik.

Petani organik juga wajib menerapkan praktik budidaya berkelanjutan, termasuk rotasi tanaman, penggunaan pupuk kompos, dan menjaga kesehatan tanah.

Secara teori, metode ini dapat mengurangi potensi kontaminasi bahan kimia dan logam berat dari pupuk sintetis atau pestisida.

Namun, organik bukan berarti bebas risiko. Tanah yang digunakan bisa saja sudah tercemar logam berat dari aktivitas masa lalu (seperti pertambangan, industri, atau penggunaan pestisida lama yang mengandung logam berat).

Pupuk alami seperti kompos dan pupuk kandang juga bisa mengandung logam berat jika berasal dari bahan baku yang tercemar.

Jadi, meskipun risiko cenderung lebih rendah, pangan organik tidak sepenuhnya kebal dari kontaminasi logam berat.

Bagaimana dengan Pangan Konvensional?

Pangan konvensional masih menjadi pilihan mayoritas karena harganya yang lebih terjangkau dan distribusinya yang luas.

Namun, penggunaannya yang lebih tinggi terhadap pupuk anorganik dan pestisida sintetis meningkatkan kemungkinan akumulasi logam berat di dalam tanah dan tanaman.

Faktor-faktor utama risiko cemaran logam berat dalam pertanian konvensional:

●      Penggunaan pupuk fosfat industri.

●      Kurangnya rotasi tanaman atau konservasi tanah.

●      Kurang ketatnya pengawasan di beberapa negara terhadap kandungan logam berat dalam bahan pertanian.

Namun, tak semua pangan konvensional otomatis tercemar. Beberapa produsen menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) dan uji laboratorium untuk memantau cemaran secara berkala.

Pangan organik vs konvensional, mana lebih aman?

Pangan organik berpotensi memiliki risiko lebih rendah terhadap cemaran logam berat karena metode budidayanya, tetapi tidak menjamin bebas sepenuhnya tanpa adanya pengujian laboratorium.

Sebaliknya, pangan konvensional berisiko lebih tinggi terutama bila praktik budidaya dan pengawasan kualitas tidak optimal, namun masih bisa aman bila diuji dan memenuhi standar keamanan pangan.

Pangan organik memang membawa banyak keunggulan, namun bukan berarti kebal dari risiko cemaran logam berat. Sementara pangan konvensional bukanlah musuh, selama diawasi dan diuji secara berkala. Dalam konteks keamanan pangan, bukan labelnya yang penting, tapi kejujuran data dan kepatuhan terhadap standar mutu.

Uji Cemaran Logam dalam Memastikan Keamanan Pangan

Baik pangan organik maupun konvensional, pengujian laboratorium terhadap cemaran logam berat adalah satu-satunya cara yang pasti untuk menjamin keamanan. Laboratorium uji pangan yang terakreditasi dapat mendeteksi kandungan logam berat secara presisi dan membantu produsen menjaga kualitas produknya, sekaligus memberi jaminan keamanan bagi konsumen.


Terbaru

...
2 weeks ago

Makanan Kaleng dan Risiko Timah: Panduan Keamanan Pangan bagi Konsumen

Makanan kaleng seperti buah kaleng, ikan sarden, dan susu kental manis menjadi pilihan praktis bagi ...

Selengkapnya
Information
...
3 weeks ago

Cara Mudah Mencegah Anemia Defisiensi Besi melalui Asupan Zat Besi Harian

Mudah merasa lelah, pusing, dan sulit berkonsentrasi sering kali dianggap sebagai dampak aktivitas p...

Selengkapnya
Information
...
2 months ago

Roti Tahan Lama Hingga Sebulan: Bahaya Jamur, Ochratoxin A, dan Peran Kalsium Propionat

Siapa sih yang tidak suka roti? Aromanya wangi, teksturnya lembut, dan praktis untuk sarapan atau se...

Selengkapnya
Information
...
2 months ago

Bagaimana Dapur Kita Menjadi Kunci Keberlanjutan Bumi?

Ketika kita membicarakan keberlanjutan pangan, pikiran sering kali melayang jauh ke ladang-ladang lu...

Selengkapnya
Information
...
3 months ago

Hati-hati! Makanan Favoritmu Bisa Mengandung Formalin

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa beberapa bahan makanan, seperti tahu, ikan segar, atau mie bas...

Selengkapnya
Information
...
3 months ago

Amankah Nasi di Meja Makan Anda? Mengenal Bahaya Kadmium dan Risikonya

Semangkuk nasi putih hangat seolah menjadi jaminan ketenangan perut dan sumber energi yang tak terga...

Selengkapnya
Information
...
3 months ago

Panduan Aman Konsumsi Ikan: Cara Cerdas Memilih Ikan Rendah Merkuri

Ikan sering disebut sebagai superfood dari lautan, dan julukan itu memang pantas disandangnya. Sebag...

Selengkapnya
Information
...
3 months ago

Kawan atau Lawan? Membongkar Mitos dan Mengenal Jenis Lemak di Piring Anda

Ketika kata "lemak" disebut dalam percakapan tentang makanan, seringkali yang terbayang adalah stigm...

Selengkapnya
Information
...
4 months ago

Pengemasan Vakum vs Konvensional: Strategi Jitu Menjaga Kesegaran Makanan Berminyak Lebih Lama

Siapa tak suka keripik renyah atau gorengan gurih? Makanan berminyak adalah favorit banyak orang, na...

Selengkapnya
technical
...
4 months ago

Rahasia Umur Simpan Makanan: Cara Menjaga Daya Tahan dan Kualitasnya

​Apa itu Umur Simpan Makanan? Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa ada makanan yang bisa bertahan...

Selengkapnya
Information
...
4 months ago

Permen LH No. 11 Tahun 2025: Panduan Lengkap Baku Mutu & Standar Teknologi Pengolahan Air Limbah Domestik

Ketahui aturan terbaru dari Kementerian Lingkungan Hidup tentang baku mutu air limbah domestik dan s...

Selengkapnya
technical
...
4 months ago

Residu Pestisida pada Buah dan Sayuran: Ancaman Tersembunyi bagi Keamanan Pangan

Dalam era pertanian modern, pestisida berperan penting untuk melindungi tanaman dari serangan hama d...

Selengkapnya
Information
...
5 months ago

Organik Dalam Makanan : Mengenal Istilah Makanan Organik Dan Non-Organik

Dalam beberapa tahun terakhir, istilah organik semakin sering muncul di dunia makanan dan gaya hidup...

Selengkapnya
technical
...
5 months ago

Kapan Waktu Terbaik Minum Teh Hijau ? Ini Analisisnya Berdasarkan Siklus Metabolisme Tubuh

Kapan sebenarnya waktu terbaik untuk menikmati secangkir teh hijau agar manfaatnya dapat diserap sec...

Selengkapnya
technical