Awas ! Risiko Kadar Air Berlebih Dalam Produk Makananmu

4 months ago By : Alifah Fauza Riyadi

Ketika kita melihat kerupuk, rempah kering, atau susu bubuk, mungkin kita mengira produk tersebut benar-benar “kering.” Namun faktanya, hampir semua makanan masih mengandung air tersembunyi. Jumlahnya mungkin kecil, tetapi jika tidak terkendali, kadar air berlebih bisa menjadi pintu masuk bagi kerusakan pangan.

Setiap makanan mengandung air baik yang terlihat seperti pada buah segar, maupun air yang “terperangkap” di dalam struktur bahan pangan seperti biskuit, tepung, bahkan rempah-rempah.

Air tersembunyi ini sering tidak disadari dan dapat  menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme jika tidak dikontrol dengan baik.

Kadar air berlebih terjadi ketika jumlah air dalam makanan melebihi batas ideal untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan.

Setiap jenis makanan punya kadar air optimalnya sendiri yang harus dijaga agar tetap aman dan tahan lama.

Risiko Utama Kadar Air Berlebih Dalam Makanan

1.       Pertumbuhan Jamur dan Mikroba

Lingkungan lembab adalah tempat favorit bagi jamur dan mikroorganisme untuk berkembang. Misalnya, rempah-rempah dan biji-bijian yang disimpan di tempat lembab mudah ditumbuhi jamur yang memproduksi toksin seperti aflatoksin. Tidak hanya merusak makanan tapi juga dapat menghasilkan racun yang berbahaya bagi kesehatan.

2.       Munculnya Bau Tidak Sedap

Air yang tidak dikendalikan memicu proses fermentasi atau pembusukan yang menyebabkan bau asam, tengik, atau busuk. Kerusakan akibat jamur dan bakteri menghasilkan senyawa bau seperti amonia, asam, dan gas lainnya yang membuat makanan berbau tidak sedap dan tidak layak konsumsi. Ini bisa terjadi pada makanan siap saji, daging, atau produk olahan.

3.       Kerusakan Tekstur dan Rasa

Kadar air tinggi bisa menyebabkan makanan kehilangan kerenyahan, menjadi lembek, berlendir, atau berubah rasa. Misalnya, keripik yang menyerap kelembaban jadi tidak renyah.

Bukan Sekedar Tes, Ini Pentingnya Cek Kandungan Air Dalam Makanan

Air tersembunyi dalam makanan merupakan faktor kunci yang menentukan apakah makanan aman atau justru jadi sumber bahaya, jika berlebih akan menjadi musuh utama dalam menjaga mutu dan keamanan pangan.

Dengan mengontrol kadar air dan aktivitas air, kita bisa mencegah pertumbuhan jamur, menjaga aroma tetap segar, dan memperpanjang umur simpan produk.

Mengendalikan kadar air bukan hanya soal menjaga kerenyahan makanan, tetapi juga soal keamanan konsumen dan kepatuhan regulasi.

Di era persaingan industri pangan yang semakin ketat, produsen tidak bisa hanya mengandalkan visual atau rasa untuk menilai kualitas produk.

Uji kadar air dan aktivitas air (water activity test) menjadi standar penting yang wajib dilakukan agar produk memenuhi regulasi keamanan pangan serta diterima konsumen.

Melalui layanan pengujian pangan di Inti Surya Laboratorium, produsen dapat memastikan bahwa setiap produk telah melewati proses analisis laboratorium yang akurat dan sesuai standar.

Dengan hasil uji yang terpercaya, Anda dapat:

·         Mencegah risiko kontaminasi mikroba.

·         Menjamin kualitas produk tetap konsisten.

·         Memenuhi persyaratan regulasi dan sertifikasi pangan.

Memastikan banyak tidaknya kandungan air dalam makanan anda merupakan langkah strategis untuk menjaga keamanan konsumen sekaligus meningkatkan daya saing produk.

Pastikan produk Anda aman dan berkualitas dengan melakukan uji kadar air di Inti Surya Lab, mitra terpercaya untuk solusi pengujian pangan yang akurat dan profesional.


Hubungi kami segera! alamatIcon Business Park, Jl. Raya Cisauk Lapan Blok O No. 5 - 6, Sampora, Kec. Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten



Terbaru

...
3 weeks ago

Roti Tahan Lama Hingga Sebulan: Bahaya Jamur, Ochratoxin A, dan Peran Kalsium Propionat

Siapa sih yang tidak suka roti? Aromanya wangi, teksturnya lembut, dan praktis untuk sarapan atau se...

Selengkapnya
Information
...
1 month ago

Bagaimana Dapur Kita Menjadi Kunci Keberlanjutan Bumi?

Ketika kita membicarakan keberlanjutan pangan, pikiran sering kali melayang jauh ke ladang-ladang lu...

Selengkapnya
Information
...
1 month ago

Hati-hati! Makanan Favoritmu Bisa Mengandung Formalin

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa beberapa bahan makanan, seperti tahu, ikan segar, atau mie bas...

Selengkapnya
Information
...
1 month ago

Amankah Nasi di Meja Makan Anda? Mengenal Bahaya Kadmium dan Risikonya

Semangkuk nasi putih hangat seolah menjadi jaminan ketenangan perut dan sumber energi yang tak terga...

Selengkapnya
Information
...
2 months ago

Panduan Aman Konsumsi Ikan: Cara Cerdas Memilih Ikan Rendah Merkuri

Ikan sering disebut sebagai superfood dari lautan, dan julukan itu memang pantas disandangnya. Sebag...

Selengkapnya
Information
...
2 months ago

Kawan atau Lawan? Membongkar Mitos dan Mengenal Jenis Lemak di Piring Anda

Ketika kata "lemak" disebut dalam percakapan tentang makanan, seringkali yang terbayang adalah stigm...

Selengkapnya
Information
...
2 months ago

Pengemasan Vakum vs Konvensional: Strategi Jitu Menjaga Kesegaran Makanan Berminyak Lebih Lama

Siapa tak suka keripik renyah atau gorengan gurih? Makanan berminyak adalah favorit banyak orang, na...

Selengkapnya
technical
...
2 months ago

Rahasia Umur Simpan Makanan: Cara Menjaga Daya Tahan dan Kualitasnya

​Apa itu Umur Simpan Makanan? Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa ada makanan yang bisa bertahan...

Selengkapnya
Information
...
3 months ago

Permen LH No. 11 Tahun 2025: Panduan Lengkap Baku Mutu & Standar Teknologi Pengolahan Air Limbah Domestik

Ketahui aturan terbaru dari Kementerian Lingkungan Hidup tentang baku mutu air limbah domestik dan s...

Selengkapnya
technical
...
3 months ago

Residu Pestisida pada Buah dan Sayuran: Ancaman Tersembunyi bagi Keamanan Pangan

Dalam era pertanian modern, pestisida berperan penting untuk melindungi tanaman dari serangan hama d...

Selengkapnya
Information
...
3 months ago

Organik Dalam Makanan : Mengenal Istilah Makanan Organik Dan Non-Organik

Dalam beberapa tahun terakhir, istilah organik semakin sering muncul di dunia makanan dan gaya hidup...

Selengkapnya
technical
...
3 months ago

Kapan Waktu Terbaik Minum Teh Hijau ? Ini Analisisnya Berdasarkan Siklus Metabolisme Tubuh

Kapan sebenarnya waktu terbaik untuk menikmati secangkir teh hijau agar manfaatnya dapat diserap sec...

Selengkapnya
technical
...
3 months ago

Minum Kombucha Tiap Hari ? Ini Manfaatnya Untuk Pencernaan!

Kombucha bukan sekadar tren sesaat, melainkan termasuk dalam kategori pangan fungsional karena menga...

Selengkapnya
technical
...
3 months ago

Percaya Atau Tidak , Inilah 5 Alasan Ilmiah Mengapa Teh Cocok Untuk Pegawai Kantoran

tahukah kamu bahwa solusi alami untuk melindungi tubuh dari serangan radikal bebas ini sudah ada dal...

Selengkapnya
Information