Mengenal Perbedaan Kadar Air Dalam Makanan Kering dan Basah

5 months ago By : Alifah Fauza Riyadi

Pernahkah kamu menikmati renyahnya kerupuk di siang hari, lalu menyeruput semangkuk sup hangat di malam yang dingin?

Dua jenis makanan yang begitu berbeda, satu garing dan ringan, lainnya lembut dan penuh rasa, namun sama-sama memanjakan lidah.

Di balik perbedaan rasa dan tekstur itu, ada satu faktor kunci yang jadi pembeda utama: kadar air.

Kadar air dalam makanan tak hanya memengaruhi daya tahan dan cara penyimpanan, tetapi juga membentuk sensasi makan yang khas dan memengaruhi kandungan nutrisi di dalamnya.

Makanan dengan kadar air tinggi disebut makanan basah, sedangkan yang memiliki kadar air rendah disebut makanan kering.

Perbedaan Kandungan Air Makanan Kering dan Makanan Basah

Makanan kering dibuat dengan menghilangkan sebagian besar air melalui pengeringan atau pemanggangan.

Ciri-cirinya ialah kandungan air yang rendah, umumnya memiliki tekstur renyah, keras, atau garing serta umur simpan panjang.

Air adalah medium bagi mikroorganisme untuk berkembang. Jadi, tanpa air, makanan menjadi lebih stabil dan awet serta resiko pembusukan rendah jika disimpan dengan benar.

Namun, karena airnya dihilangkan, tidak semua nutrien bertahan saat pengeringan.

Beberapa vitamin, terutama yang larut air (seperti vitamin C dan B-kompleks), bisa rusak oleh panas.

Contoh makanan kering yang sering kita jumpai yakni kerupuk, biskuit, kacang-kacangan, ikan asin, buah kering dan lain-lain.

Sebaliknya, makanan basah biasanya memiliki kadar air yang tinggi, biasanya diatas 60 - 70%. Makanan basah dikenal karena kesegarannya dan rasa yang lebih hidup karena teksturnya yang lebih mudah diterima yakni lembut dan segar berair seperti buah mangga atau semangka yang memberikan sensasi juicy yang menyegarkan.

Makanan basah cenderung lebih mudah dicerna dan nutrisinya lebih cepat diserap tubuh karena air membantu proses pelarutan dan transportasi zat gizi.

Namun air dalam jumlah tinggi menciptakan kondisi ideal bagi pertumbuhan bakteri, jamur, dan ragi.

Oleh karena itu, makanan basah harus dimasak, didinginkan, atau dikemas dengan teknologi khusus agar tetap aman dikonsumsi.

Contoh makanan basah yang sering kita jumpai yakni buah segar, sayuran, sup dan lain-lain.

Peran Penting Kadar Air Dalam Mempengaruhi Daya Simpan Makanan Kering dan Basah

Perbedaan kadar air ini juga memengaruhi daya simpan dan pengemasan. Makanan kering bisa bertahan berbulan-bulan di suhu ruang hanya dengan wadah kedap udara.

Sementara makanan basah memerlukan penanganan khusus, misalnya dikemas secara vakum atau disimpan dalam lemari pendingin agar tidak cepat basi.

Dari sisi keamanan pangan, makanan kering memang relatif lebih aman dari kontaminasi mikroba, tetapi bukan berarti bebas risiko, karena kadar air yang tidak sesuai bisa menyebabkan jamur berkembang. Pada makanan basah, risiko kontaminasi jauh lebih tinggi sehingga kebersihan saat pengolahan dan penyimpanan menjadi kunci utama.

Bagi industri pangan, baik skala besar maupun UMKM, uji kadar air menjadi langkah penting untuk menentukan metode pengolahan, pengemasan, dan penyimpanan yang tepat.

Di sinilah peran laboratorium pangan sangat dibutuhkan. Laboratorium seperti Inti Surya Lab menyediakan layanan pengujian kadar air, uji mikrobiologi, hingga analisis kandungan gizi yang membantu produsen memastikan produk mereka sesuai standar keamanan dan layak edar. Dengan pengujian ini, produk makanan tidak hanya tahan lama dan aman, tetapi juga tetap memberikan manfaat gizi bagi konsumen.

Kesimpulannya, perbedaan makanan kering dan basah tidak hanya soal tekstur atau rasa, melainkan juga terkait langsung dengan kualitas, daya simpan, serta keamanan pangan.

Kadar air menjadi faktor utama yang menentukan apakah sebuah makanan bisa bertahan lama atau mudah rusak.

Oleh karena itu, penting bagi produsen maupun pelaku usaha untuk memahami kadar air dalam produk mereka dan melakukan uji pangan secara rutin.

Dengan begitu, makanan yang sampai ke tangan konsumen tetap aman, bergizi, dan terjamin mutunya.


PT Inti Surya Laboratorium

Icon Business Park, Jl. Raya Cisauk Lapan Blok O No. 5 - 6, Sampora, Kec. Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten 15345


Terbaru

...
2 weeks ago

Makanan Kaleng dan Risiko Timah: Panduan Keamanan Pangan bagi Konsumen

Makanan kaleng seperti buah kaleng, ikan sarden, dan susu kental manis menjadi pilihan praktis bagi ...

Selengkapnya
Information
...
3 weeks ago

Cara Mudah Mencegah Anemia Defisiensi Besi melalui Asupan Zat Besi Harian

Mudah merasa lelah, pusing, dan sulit berkonsentrasi sering kali dianggap sebagai dampak aktivitas p...

Selengkapnya
Information
...
2 months ago

Roti Tahan Lama Hingga Sebulan: Bahaya Jamur, Ochratoxin A, dan Peran Kalsium Propionat

Siapa sih yang tidak suka roti? Aromanya wangi, teksturnya lembut, dan praktis untuk sarapan atau se...

Selengkapnya
Information
...
2 months ago

Bagaimana Dapur Kita Menjadi Kunci Keberlanjutan Bumi?

Ketika kita membicarakan keberlanjutan pangan, pikiran sering kali melayang jauh ke ladang-ladang lu...

Selengkapnya
Information
...
3 months ago

Hati-hati! Makanan Favoritmu Bisa Mengandung Formalin

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa beberapa bahan makanan, seperti tahu, ikan segar, atau mie bas...

Selengkapnya
Information
...
3 months ago

Amankah Nasi di Meja Makan Anda? Mengenal Bahaya Kadmium dan Risikonya

Semangkuk nasi putih hangat seolah menjadi jaminan ketenangan perut dan sumber energi yang tak terga...

Selengkapnya
Information
...
3 months ago

Panduan Aman Konsumsi Ikan: Cara Cerdas Memilih Ikan Rendah Merkuri

Ikan sering disebut sebagai superfood dari lautan, dan julukan itu memang pantas disandangnya. Sebag...

Selengkapnya
Information
...
3 months ago

Kawan atau Lawan? Membongkar Mitos dan Mengenal Jenis Lemak di Piring Anda

Ketika kata "lemak" disebut dalam percakapan tentang makanan, seringkali yang terbayang adalah stigm...

Selengkapnya
Information
...
4 months ago

Pengemasan Vakum vs Konvensional: Strategi Jitu Menjaga Kesegaran Makanan Berminyak Lebih Lama

Siapa tak suka keripik renyah atau gorengan gurih? Makanan berminyak adalah favorit banyak orang, na...

Selengkapnya
technical
...
4 months ago

Rahasia Umur Simpan Makanan: Cara Menjaga Daya Tahan dan Kualitasnya

​Apa itu Umur Simpan Makanan? Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa ada makanan yang bisa bertahan...

Selengkapnya
Information
...
4 months ago

Permen LH No. 11 Tahun 2025: Panduan Lengkap Baku Mutu & Standar Teknologi Pengolahan Air Limbah Domestik

Ketahui aturan terbaru dari Kementerian Lingkungan Hidup tentang baku mutu air limbah domestik dan s...

Selengkapnya
technical
...
4 months ago

Residu Pestisida pada Buah dan Sayuran: Ancaman Tersembunyi bagi Keamanan Pangan

Dalam era pertanian modern, pestisida berperan penting untuk melindungi tanaman dari serangan hama d...

Selengkapnya
Information
...
5 months ago

Organik Dalam Makanan : Mengenal Istilah Makanan Organik Dan Non-Organik

Dalam beberapa tahun terakhir, istilah organik semakin sering muncul di dunia makanan dan gaya hidup...

Selengkapnya
technical
...
5 months ago

Kapan Waktu Terbaik Minum Teh Hijau ? Ini Analisisnya Berdasarkan Siklus Metabolisme Tubuh

Kapan sebenarnya waktu terbaik untuk menikmati secangkir teh hijau agar manfaatnya dapat diserap sec...

Selengkapnya
technical