Pangan Fungsional : Lebih dari Sekadar Nutrisi untuk Tubuh Sehat

5 months ago By : Alifah Fauza Riyadi

Pernahkah kamu berpikir bahwa makanan yang kamu konsumsi setiap hari bisa berfungsi lebih dari sekadar mengisi perut?

Di tengah kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat yang terus meningkat, kini semakin banyak orang mencari makanan yang bukan hanya enak dan bergizi, tetapi juga memberi manfaat tambahan bagi kesehatan.

Di sinilah konsep pangan fungsional mulai mendapat sorotan.

Perubahan gaya hidup orang Indonesia mengakibatkan produk pangan fungsional meningkat secara drastis, terlebih saat pandemi Covid-19 melanda dunia.

Studi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kesadaran dan minat masyarakat terhadap konsumsi pangan fungsional sebagai bagian dari gaya hidup sehat (Karelakis et al., 2020).

Pangan fungsional dirancang untuk memberikan manfaat kesehatan yang melampaui nutrisi dasar yang diperlukan untuk menjaga fungsi tubuh normal.

Pangan fungsional diperkaya dengan bahan-bahan yang dapat mendukung kesehatan dan mencegah penyakit, seperti probiotik, prebiotik, vitamin, mineral, dan komponen bioaktif lainnya.

Makanan fungsional, yang diperkaya dengan senyawa bioaktif dan nutraceutical, telah terbukti memberikan berbagai manfaat kesehatan, termasuk pencegahan penyakit dan peningkatan kesejahteraan secara keseluruhan (Das et al., 2021).

Konsumsi pangan fungsional dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan nutrisi tertentu, mengelola kondisi kesehatan yang ada, dan berkontribusi pada pencegahan penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, dan obesitas.

Pangan fungsional dapat menjadi bagian dari strategi kesehatan masyarakat yang lebih luas untuk meningkatkan kualitas diet dan mengurangi beban penyakit yang terkait dengan pola makan yang tidak sehat (Karelakis et al., 2020).

Contoh bahan pangan fungsional yakni biskuit yang diperkaya serat pangan, permen yang mengandung zat besi, vitamin, dan juga frukto-oligosakarida, pasta yang diperkaya dietary fiber, minuman pemulih energi secara kilat, teh yang diperkaya dengan kalsium, dan lain – lainnya.

Adapun bahan pangan yang berasal dari bahan tradisional yang dapat dijadikan pangan fungsional diantaranya adalah tempe, tape, jahe, kunyit, kayu manis, kayu secang, dan andaliman.

Setiap bahan pangan tersebut memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti isoflavone, fitosterol, fenolik, flavonoid, alkaloid, tannin, triterpenoid.

Beberapa manfaat dari senyawa bioaktif tersebut adalah untuk mencegah osteoporosis, menangkal radikal bebas, menurunkan kadar kolesterol, melawan sel kanker, mengendalikan gula darah.

Pangan fungsional akan berkembang pesat di masa mendatang, apalagi jika memiliki kaitan yang erat dengan kemampuan untuk menghambat proses penuaan, meningkatkan daya imunitas tubuh, menambah kecantikan wajah dan juga penampilan, meningkatkan kebugaran, mendukung relaksasi tidur dan waktu istirahat, serta “good for mood”.

Klaim kesehatan pada produk pangan fungsional harus didukung oleh bukti ilmiah yang kuat.

Oleh karena itu, perusahaan harus memastikan bahwa setiap klaim yang mereka buat telah diverifikasi dan memenuhi regulasi setempat.



Ilustrasi: Freepik


Terbaru

...
3 weeks ago

Roti Tahan Lama Hingga Sebulan: Bahaya Jamur, Ochratoxin A, dan Peran Kalsium Propionat

Siapa sih yang tidak suka roti? Aromanya wangi, teksturnya lembut, dan praktis untuk sarapan atau se...

Selengkapnya
Information
...
1 month ago

Bagaimana Dapur Kita Menjadi Kunci Keberlanjutan Bumi?

Ketika kita membicarakan keberlanjutan pangan, pikiran sering kali melayang jauh ke ladang-ladang lu...

Selengkapnya
Information
...
1 month ago

Hati-hati! Makanan Favoritmu Bisa Mengandung Formalin

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa beberapa bahan makanan, seperti tahu, ikan segar, atau mie bas...

Selengkapnya
Information
...
1 month ago

Amankah Nasi di Meja Makan Anda? Mengenal Bahaya Kadmium dan Risikonya

Semangkuk nasi putih hangat seolah menjadi jaminan ketenangan perut dan sumber energi yang tak terga...

Selengkapnya
Information
...
2 months ago

Panduan Aman Konsumsi Ikan: Cara Cerdas Memilih Ikan Rendah Merkuri

Ikan sering disebut sebagai superfood dari lautan, dan julukan itu memang pantas disandangnya. Sebag...

Selengkapnya
Information
...
2 months ago

Kawan atau Lawan? Membongkar Mitos dan Mengenal Jenis Lemak di Piring Anda

Ketika kata "lemak" disebut dalam percakapan tentang makanan, seringkali yang terbayang adalah stigm...

Selengkapnya
Information
...
2 months ago

Pengemasan Vakum vs Konvensional: Strategi Jitu Menjaga Kesegaran Makanan Berminyak Lebih Lama

Siapa tak suka keripik renyah atau gorengan gurih? Makanan berminyak adalah favorit banyak orang, na...

Selengkapnya
technical
...
2 months ago

Rahasia Umur Simpan Makanan: Cara Menjaga Daya Tahan dan Kualitasnya

​Apa itu Umur Simpan Makanan? Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa ada makanan yang bisa bertahan...

Selengkapnya
Information
...
3 months ago

Permen LH No. 11 Tahun 2025: Panduan Lengkap Baku Mutu & Standar Teknologi Pengolahan Air Limbah Domestik

Ketahui aturan terbaru dari Kementerian Lingkungan Hidup tentang baku mutu air limbah domestik dan s...

Selengkapnya
technical
...
3 months ago

Residu Pestisida pada Buah dan Sayuran: Ancaman Tersembunyi bagi Keamanan Pangan

Dalam era pertanian modern, pestisida berperan penting untuk melindungi tanaman dari serangan hama d...

Selengkapnya
Information
...
3 months ago

Organik Dalam Makanan : Mengenal Istilah Makanan Organik Dan Non-Organik

Dalam beberapa tahun terakhir, istilah organik semakin sering muncul di dunia makanan dan gaya hidup...

Selengkapnya
technical
...
3 months ago

Kapan Waktu Terbaik Minum Teh Hijau ? Ini Analisisnya Berdasarkan Siklus Metabolisme Tubuh

Kapan sebenarnya waktu terbaik untuk menikmati secangkir teh hijau agar manfaatnya dapat diserap sec...

Selengkapnya
technical
...
3 months ago

Minum Kombucha Tiap Hari ? Ini Manfaatnya Untuk Pencernaan!

Kombucha bukan sekadar tren sesaat, melainkan termasuk dalam kategori pangan fungsional karena menga...

Selengkapnya
technical
...
3 months ago

Percaya Atau Tidak , Inilah 5 Alasan Ilmiah Mengapa Teh Cocok Untuk Pegawai Kantoran

tahukah kamu bahwa solusi alami untuk melindungi tubuh dari serangan radikal bebas ini sudah ada dal...

Selengkapnya
Information